HIDUP TAK BAHAGIA, BISA JADI INI PENYEBABNYA
Home » Faidah  »  HIDUP TAK BAHAGIA, BISA JADI INI PENYEBABNYA
Mungkin pernah terpikir oleh sebagian dari kita bahwa untuk hidup bahagia di zaman sekarang adalah sesuatu yang mustahil, dengan berbagai macam informasi yang kita terima mulai pagi hingga petang, dari siang sampai malam, hampir isi nya tentang kehidupan dunia dengan segala gemerlapnya, segala kemajuan nya dan juga tentang kisah orang-orang didalam nya. 


 Tanpa disadari, apa yang diterima oleh mata kita merasuk ke dalam pikiran bahkan tak jarang hingga ke hati. Kita hidup disebuah zaman dimana ukuran sebuah kesuksesan seolah nanar dalam pandangan. 


 Makna sebuah kesuksesan bisa jadi segala hal yang saat ini sifat dan makna nya adalah duniawi. Sehingga banyak diantara kita merasakan bahwa kehidupan ini seperti beban yang berat karena target dan pencapaian hidup yang tak lagi “biasa” seperti sebelum nya. 


 Banyak dari kita yang saat ini mengejar cita - cita dunia nya melalui berbagai cara juga beragam jalur, Sebagian ada yang mengejar kesuksesan hidup, melalui sekolah tinggi, sekolah di universitas terbaik, dengan harapan setelah lulus mendapat pekerjaan yang yang bagus di sebuah perusahaan besar dengan gaji minimal dua digit masuk rekening setiap bulan. 


 Ada yang melalui jalur usaha , apapun akan dilakukan nya karena mindset nya adalah sebuah proses tidak akan mengkhianati hasil, sehingga kegagalan akan menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan, Pola pikir jika kamu berhasil maka kamu memang pantas mendapatkan nya, karena kamu adalah orang yang bekerja keras all out mungkin begitu bahasa nya, dan jika kamu gagal maka kamu pun memang pantas mendapatkan nya. 


Kalau dia kaya, dia memang pantas untuk jadi kaya, dan kalau dia miskin memang dia pantas untuk jadi miskin. Kalau dia berhasil, itu karena memang dia pantas untuk berhasil, dia cerdas, pekerja keras, memiliki network yang bagus dan lain sebagai nya. Dan kalau dia gagal, itu karena memang dia pantas untuk gagal, dan dalam bahasa lain dia itu tidak bisa apa-apa, alias bodoh dan mungkin semacam nya. 


 Padahal kita seharus nya sadar bahwa keberhasilan maupun kegagalan seseorang itu bukan hanya karena satu faktor, tetapi banyak factor di dalam nya, yang kadang tidak bisa di Analisa oleh pikiran namun hanya bisa di yakini oleh iman. 


 Bukankah kita sudah sama-sama paham bahwa


 وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 


 Artinya : Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah:216) 


 Lalu, apakah salah untuk sekolah tinggi , mengejar sekolah terbaik, bekerja di perusahaan besar, menjadi kaya melalui usaha? Tentu saja tidak ada yang salah, hanya yang mungkin perlu kita renungkan lagi adalah, apa tujuan kita saat semua kesuksesan itu mendatangi kita, dan apa yang akan kita lakukan saat ternyata kegagalan yang bertamu dalam episode kehidupan kita? Akan kah kita kecewa bahkan putus asa? Ataukah kita tetap bahagia? 


 Orang beriman, sudah seharus nya memilik pola pikir yang benar mengenai sebuah kesuksesan, karena sejatinya kesuksesan sejati tak pernah terpisah dari rasa bahagia, dan bahagia nya seseorang itu seharusnya tidak disematkan kepada hal-hal apapun yang ada di luar dirinya. 


 Akan sangat berat rasa nya kehidupan seseorang , jika standar kebahagiannya harus di kaitkan dengan hal-hal yang tidak semua orang bisa mencapai nya. Harta yang melimpah, rumah yang mewah, kendaraan luar biasa atau jabatan yang tinggi dan lain sebagai nya. 


Karena sejatinya kebahagian orang beriman itu mudah, dan begitulah islam mengabarkan nya. Bahwa kebahagian seorang yang beriman itu sederhana. Allah sebutkan dalam salah satu firman Nya:


 مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةًۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 


 Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (An-Nahl:97) 


 Bahwa kehidupan yang baik , kebahagian itu adalah dengan mengerjakan amal saleh. Dan kesuksesan tertinggi orang beriman dalam beramal sholeh adalah dapat masuk kedalam surga dengan rahmat dan ridho Allah. Dan secara fitrah manusia dalam ridho Allah sejatinya mampu berbuat amal saleh juga berbuat kebaikan. 


 Satu hal yang tak kalah penting untuk menjadi bahagia adalah dengan selalu menanamkan iman bahwa kehidupan dunia ini sementara, dan yang abadi hanyalah kehidupan di akhirat kelak. 

Maka, apapun kejadian yang kita alami di dunia ini sama sekali tidak mempengaruhi suasana hati kita, sikap buruk orang lain kepada kita, keadaan penyakit yang kita derita, hidup biasa-biasa saja tidak kaya raya, IsyaAllah tidak akan mempengaruhi suasana hati kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini, karena kita percaya, kita yakin dan kita beriman dengan adanya kehidupan akhirat. 


 Dan Ingatlah selalu apa yang di firman kan oleh Allah Ta’ala dalam Al Qur’an :


 وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ 


 Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. [ QS Al-‘Ankabût/29: 64] 


 Atau dalam surat lain Allah berfirman :


 فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ 


 Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. [At-Taubah/9:38] 


 atau dalam hadits, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perumpamaan bahwa dunia ini seperti setetes air yang melekat di jari, sedangkan akhirat merupakan samudera yang sangat luas. 


Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


 وَاللهِ ، مَا الدُّنْيَا فِـي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَـجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هٰذِهِ – وَأَشَارَ يَحْيَ بِالسَّبَّابَةِ – فِـي الْيَمِّ ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِـعُ  


Demi Allâh! Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, -(perawi hadits ini yaitu) Yahya memberikan isyarat dengan jari telunjuknya- lalu hendaklah dia melihat apa yang dibawa jarinya itu? (HR Muslim no 2858 ) 


 Maka, pupuklah keyakinan dan keimanan tentang adanya kehidupan di akhirat , dan puncak dari segala kesuksesan manusia itu adalah masuk kedalam surga, InsyaaAllah hati dapat menjadi tenang seiring kebahagian menjadi sesuatu yang mudah diraih. 

Wallahu’alam.


ditulis oleh : Shafa Ulya 

#SahabatDaarunnisaaMenulis